Sunset Mt. Merbabu

Sunset Mt. Merbabu

Jumat, 23 Januari 2015

TERIMA KASIH HIMA SEJARAH 2014

CERITA HATI
Pencarian tersebar dalah hidup kita adalah pencarian jati diri. Serangkaian proses yang kita alami dalam hidup ini pasti mempunyai makna di dalamnya, ntah itu pahit, manis, lucu, bahagia, sedih, tertawa, dan menangis. Aku ingin menceritakan sepenggal kisahku yang aku alami saat kuliah. Kisah yang menurut ku menarik, dan menjadi bagian sejarah dalah hidup ku kelak. Fungsionaris Hima Sejarah 2014, ya aku memang pernah menjadi fungsionaris hima selama satu tahun atau bahasa kerennya menjadi aktivis kampus (hehe). 
(Pelantikan Hima Sejarah 2014)
 Banyak moment yang terjadi selama satu tahun ini, banyak pelajaran yang dapat aku ambil dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh Hima Sejarah 2014. Agenda pertama, yaitu Dialog Ramah Tamah (DIORAMA) antara jurusan (dosen-dosen) dan perwakilan mahasiswa dari setiap rombel. Kedua, ada HSF (History Scream Fast), HSF ini merupakan ajang pertunjukan bakat, minat, dan kemampuan para mahasiswa sejarah yang berbentuk dalam lomba-lomba, seperti basket, futsal, debat, dan masih banyak lainnya. Ketiga, yaitu KEMAS (Keakraban Mahasiswa Sejarah) merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengakrabkan mahasiswa - mahasiswa baru di Jurusan Sejarah dan pengenalan lingkungan jurusan sejarah kepada mahasiswa baru. Di jurusan atau fakultas lain menyebutnya dengan makab. Keempat, yaitu Seminar Keagamaan dengan tema gejolak cinta masa remaja.
(Malam Puncak HSF)
Agenda Kelima, atau agenda pamungkas dari Hima Sejarah 2014 yaitu Bulan Pahlawan Sejarah. Dalam Bulpah ini terdapat tiga kegiatan besar, yaitu Bedah Buku, Olimpiade Sejarah Nasional dan Kampung Sejarah. Bedah buku kali ini membedah buku Soekarno, Marxisme dan Leninisme dengan pembicara Peter Kasenda, dan pembedah buku Hilman Farid. Kegiatan yang kedua yaitu Olimpiade Sejarah Nasional yang diikuti oleh siswa-siswi SMA/MA/SMK se-Indonesia. Dalam OSEAN kali ini aku berkesempatan bergabung dalam Tim Soal OSEAN walaupun awalnya agak berat dan kelimpungan dengan tugas-tugas kuliah tetapi menyenangkan juga seenggaknya dapat pelajaran bikin soal buat anak-anak SMA, ngerasain jadi guru walaupun bentar (hehe). Kegiatan terakhir di BULPAH 2014 yaitu Kampung Sejarah, kampung sejarah ini merupakan ajang kreativitas antar rombel yang ada di Jurusan Sejarah. Rombel-rombel yang ada di Jurusan berlomba-lomba menghiasi tenda-tenda mereka dengan diorama-diorama sejarah.

(Kampung Sejarah 2014)

(Kampung Sejarah 2014)
Di sini aku belajar, belajar kerja tim, belajar profesional, belajar membagi waktu antara Kuliah, Hima, dan tentu saja bermain. Di sini aku menemukan sosok-sosok yang hebat dengan kepribadian dan sifat yang berbeda masing-masing. Pengalaman secara gamblang, sistematis, struktural dan juga memecahkan masalah aku dapatkan dari sini. Senang, susah, sedih, bahagia sudah pernah aku alami bersama mereka. Mereka berhasil mengusir kesepian ku di tempat perantauan, di tempat yang jauh dari keluarga aku menemukan keluarga baru, tidak hanya untuk bersenang-senang tetapi juga mempunyai manfaat yang besar lebih dari apa pun. Kebersamaan yang menurutku menarik dan menyenangkan, ada perselisihan tetapi juga ada perdamaian.

(Kampung Sejarah 2014)
Satu tahun telah berlalu dengan cepat, waktu memang tidak pernah bisa berjalan mundur dan hari tidak pernah bisa diulang tetapi pagi selalu menawarkan cerita baru hanya ucapan terimakasih yang bisa mewakili semuanya. Terimakasih Hima Sejarah 2014 untuk satu tahun yang penuh warna-warni ini. Terimakasih telah menjadi tempat belajar dan mendewasakan diri. Semuanya akan terkenang dalam memori yang indah dan dibungkus dengan Sejarah. Aku akan merindukan kalian kelak di masa depan. Semoga sukses selalu fungsionaris Hima Sejarah 2014 dan lanjutkan perjuangan kita adek-adek fungsionaris Hima 2015.

(Malam Puncak Bulan Pahlawan 2014)

(Kemas 2014)

(PH Hima Sejarah 2014)
(Foto Bareng Kang Asep Kambali)
(Kampung Sejarah 2014)

(Kampung Sejarah 2014)

(Kampung Sejarah 2014)


Jumat, 12 Desember 2014

PERSAHABATAN BAGAI KEPOMPONG

Ini lirik lagu yang hemm, kayaknya cocok buat keadaan ku sekarang :3

Persahabatan Bagai Kepompong

dulu kita sahabat
teman begitu hangat
mengalahkan sinar mentari
dulu kita sahabat
berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu
* kini kita melangkah berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karna sesuatu
mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
namun itu karna ku sayang
reff:
persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah
persahabatan bagai kepompong
maklumi teman hadapi perbedaan
persahabatan bagai kepompong
na na na na na na na na na
semua yang berlalu
biarkanlah berlalu
seperti hangatnya mentari
siang berganti malam
sembunyikan sinarnya
hingga ia bersinar lagi
** dulu kita melangkah berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karna sesuatu
mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
namun itu karna ku sayang


Selasa, 11 November 2014

Catatan Hati (Ku)

Rasa? Tidak ada yang salah tentang rasa, hanya saja terkadang seseorang salah menginterpretasikan sebuah rasa yang hinggap dihatinya. Terkadang rasa itu biasa tetapi kita salah mengartikannya menjadi sebuah rasa yang luar biasa, rasa yang bisa disebut dengan cinta. Cinta itu anugerah iya anugerah dari Yang Maha Kuasa. Tidak ada yang salah tentang cinta, hanya saja terkadang kita salah dalam menempatkannya. Ada dua jenis cinta di dunia ini. Pertama, cinta yang menemani kita berkembang menjadi manusia dewasa yang mengalami berbagai macam bentuk pendewasaan diri dan kematengan emosi. Dan kedua, cinta yang melengkapi hidup kita dalam menghadapi bahtera kehidupan yang sesungguhnya.
Ada beberapa orang yang hadir dalam cinta kategori “pertama” dalam kehidupanku. Lebih tepatnya ada tiga orang yang benar-benar membuat ku belajar tentang banyak hal dan mendewasakan diriku dalam hidup ini. Dari tiga orang itu, satu orang terungkapkan walaupun berakhir dengan tidak mengenakkan. Akan tetapi itu cukup memberiku banyak arti dan pelajaran bahwa cinta memang tak selamanya berakhir dengan kebahagiaan. Butuh waktu lama bagi ku untuk melupakan orang ini. Bahkan sampai 3 tahun berselang baru aku merasakan lagi apa itu cinta.
Sayangnya cinta kedua ini tertahan tidak pernah ada pengungkapan bahkan menyakitkan pada awalnya. Aku jatuh cinta dengan sosok yang begitu dewasa dan berwibawa. Berjiwa kepemimpinan dan bijaksana walau terkadang masih awam dalam urusan cinta. Dia bagai “Oase” di dalam kehidupanku. Tetapi ternyata dia mencintai seseorang yang dekat dengan ku. Seseorang yang aku anggap adekku sendiri. Senja itu mulai menghilang perlahan dan rasa sakit itu kembali datang. Aku mulai melupakannya dan membiasakan diriku dengan cerita-cerita tentang “dia yang dia cinta” dari bibir manisnya. Itu tidak berakhir dengan buruk itu menjadi awal bagi semuanya. Dia tidak pernah tau tentang rasa itu dan aku pun sudah melupakannya.  Dia menjadi teman, sahabat, dan pemimpin yang baik bagi ku. Kita bersahabat, iya kita bersahabat sampai sekarang. Banyak hal, ilmu, dan pelajaran hidup yang bisa aku dapatkan dari dia. Terimakasih telah berperan penting dalam hidupku.

Senja itu kembali datang dan awan kabut mulai menghilang dari hati ku. Aku merasakan lagi cinta itu pada sosok yang berbeda dengan kedua orang tadi. Dia, sosok yang tidak pernah bisa ku tebak kepribadiannya. Aku telah mengenalnya lama, dari akhir semester satu. Kita berteman dan menjadi sahabat sampai sekarang. Dia membuat ku nyaman berada disisinya. Dia datang dengan membawa kehangatan yang berbeda. Sosok yang dewasa, berprinsip, sederhana dan itu semua dia kemas menjadi pribadi yang humoris dan terkesan “slengek’an”. Aku jatuh cinta, iya aku jatuh cinta kepadanya. Tetapi lagi-lagi cinta ini tertahan tidak ada keberanian untuk mengungkapkan. Dia mengetahui tentang orang kedua dalam cinta “pertama” ku tetapi dia tidak tau tentang rasa ini. Rasa yang semakin hari semakin kuat. Rasa yang kucoba sekuat tenaga untuk menutupinya.  Rasa yang membuatku takut kehilangan dia sebagai seorang sahabat. Aku tidak memilikinya tetapi aku takut kehilangan dia. Aku hanya bisa bertahan, ntah sampai kapan aku juga tidak tau. Hanya ada satu keyakinan dalam hidup ku “kalo memang jodoh tidak akan pernah lari kemana” dan aku harap dia menjadi cinta kategori “kedua” dalam kehidupanku. Cinta yang melengkapi hidupku sampai nanti sampai akhir hayat ini.

Kamis, 30 Oktober 2014

Surga Dibalik Benteng Alam, Eksotisme Pantai Menganti Kebumen

Tidak semua pantai dikelilingi oleh perbukitan hijau ataupun bukit karang yang muncul sebagai benteng alam, salah satunya terdapat di Pantai Menganti. Sebuah pantai indah dibalik perbukitan ini memang belum banyak diketahui oleh banyak orang. Keberadaannya yang tersembunyi dan sulitnya menjangkau tempat wisata ini menjadi sebab mengapa belum banyak orang mengetahui Pantai Menganti yang berada di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Pantai yang indah dan eksotis ini merupakan Surga tersembunyi di Kabupaten Kebumen. Tersembunyi, karena untuk menjangkau pantai ini rutenya memang tidak mudah. Pantai ini berjarak 7 kilometer dengan jalan mendaki dari Pantai Logending. Untuk mencapainya, kita bisa menggunakan sepeda motor ataupun mobil karena jalanannya sungguh mantap, mendaki dengan sudut-sudut yang lumayan ekstrim. Jalan menuju pantai ini sudah beraspal, jadi walau medannya agak susah, pantai ini masih tetap bisa dijangkau dibandingkan bertahun-tahun lalu saat kondisi jalannya belum beraspal.
View Pantai Menganti
Pantai Menganti memang tidak tergolong besar dan luas, karena dihimpit kanan, kiri serta belakang sebagai benteng alam berupa perbukitan. Namun disini lah letak keindahan yang dapat dirasakan saat mengunjungi Pantai Menganti. Perjalanan yang tidak mudah untuk mencapai Pantai Menganti akan tergantikan oleh keindahan pantai yang masih tergolong cukup alami. Dipinggiran bibir pantai kita bisa menikmati keindahan perbukitan batu kapur yang terlihat memanjang sepanjang pantai. Pasir putih yang terbuat secara alami oleh abrasi batu gamping bisa dijejaki dengan kaki-kaki telanjang menyusuri pantai, pohon-pohon kelapa disepanjang tepian pantai menjadikan Menganti sebagai objek wisata yang harus di kunjungi ketika kita memilih Jawa Tengah sebagai tujuan berwisata.
Keadaan Pantai Menganti yang tenang, sejuk dan masih alami ini cocok banget buat nyari inspirasi, ngilangin stress, hunting foto panorama laut, dan juga liburan bareng keluarga tercinta. Keindahan pantai ini berani diadu dengan cantiknya pantai-pantai di Bali. Gelombang ombak yang dahsyat bergelora dan berdebur menciumi batu-batu karang di sekeliling pantai semakin menambah eksotisme pantai ini. Jangan lupa, di pantai ini juga terdapat sebuah mercusuar. Dari atas bukit dimana mercusuar berada, kita akan disuguhkan hamparan pemandangan luas lautan samudra hindia yang menawan, Amazing ! Mirip hamparan padang rumput luas yang sangat luar biasa indah dihiasi oleh perbukitan yang menawan, bagi yang suka fotografi jangan ketinggalan kamera anda. Pantai Menganti masih menyimpan segudang potensi yang bisa dimaksimalkan, saat ini fasilitasnya masih terbatas. Kelestarian Menganti memang terlindungi berkat bukit-bukit kapur yang mengitarinya.
Deburan Ombak dan karang
Melewatkan senja kemerahan di bentangan pantai yang sangat indah ini sungguh menjadikan pengalaman jalan-jalan yang mengesankan. Kita bisa bermalam di sini dengan menyewa atau menginap di rumah penduduk setempat, selain itu kita juga bisa mendirikan tenda ditempat-tempat yang sudah disediakan. Daerah wisata ini memang masih perawan, belum banyak fasilitas-fasilitas wisata seperti hotel atau penginapan, restoran, tempat makan, bahkan fasilitas MCK juga masih terbatas. Pantai Menganti sangat rekomended untuk dikunjungi, Kata bule-bule dari Nepal, pantai menganti sedikit mirip dengan pantai-pantai di Hawaii, Bagi yang belum kesampaian ke hawaii tak ada salahnya untuk mengunjungi pantai indah ini. So, don’t miss it guys !
Sunrise Pantai Menganti

Rabu, 29 Oktober 2014

Syahdu, Air Mata Itu Akhirnya Tertitihkan..

Ungaran 26 Oktober 2014

Hembusan Angin kencang mulai menerpa tubuh ini yang mulai kelelahan. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada aku dan 2 orang temen ku mulai berjalan turun dari puncak ungaran menuju promasan. Kita ngga cuma bertiga, kita ikut dalam rombongan dari organisasi kampus yang aku ikuti. Tetapi mereka sudah jalan duluan, aku memang sengaja jalan di kloter terakhir bukan karna apa-apa tetapi karna fisik ku lah yang memaksaku  untuk jalan terakhir, hanya orang-orang tertentu yang dapat memahami fisikku ini. Kita mulai jalan pelan-pelan tadinya kita berempat, tetapi teman ku yang satu ini jalan duluan mungkin ada alasan tertentu kenapa dia jalan duluan, ahh sudahlah lupakan. Akhirnya kita hanya benar-benar bertiga, tetapi ditengah jalan kita berjumpa dengan 2 orang pasangan yang juga merupakan bagian dari rombonganku. Alhasil kita jalan berlima, dan 4 orang teman ku ini adalah pasangan-pasangan dan aku sendirian, tapi itu bukan masalah yang berarti kita tetap bisa menyatu.
Perjalanan dilanjutkan, angin mulai bertiup semakin kencang dan kedua pasangan ini semakin romantis didepan ku, hemm tak apalah pikirku. Kita jalan lagi pelan-pelan, karna sudah terlalu lelah, kita memutuskan untuk istirahat dan aku duduk diatas sebuah batu, saat duduk diatas batu itu aku bisa melihat pemandangan luas dibawah kaki gunung ungaran, dan angin lembut mulai menerpa kerudung dan pipi ku, saat itulah aku memikirkan seseorang, seseorang yang ada dihati ku seseorang yang sanggup merubah arah pemikiranku, saat itu juga semua yang tertahan memuncak dan semua yang tidak terungkapkan menjelma menjadi titik-titik air mata yang tertitihkan, aku menangis dan terus menangis keempat temanku bertanya-tanya keheranan kenapa aku menangis, tetapi aku tidak bisa menjawabnya aku hanya bisa menangis dan diam, Ya Alloh aku lelah menahan semua ini, aku lelah suka dengan seseorang yang itu temen ku sendiri, aku lelah dengan sifat cemburu ku yang tidak beralasan, aku lelah dengan semua bullian mereka yang semakin membuat jarak antara aku dan kamu, aku lelah menerka-nerka perasaan mu terhadapku. Saat itu juga aku ingin berteriak bahwa aku menginginkan mu, aku ingin bersama mu, aku ingin tersenyum dengan mu, aku ingin disamping mu, seperti mereka , iya seperti mereka, tetapi sepertinya itu tidak mungkin dan tidak akan pernah mungkin untuk saat ini. Aku tau prinsip mu, aku tau karakter mu dan aku tau sifatmu, mungkin ini konyol dan bodoh persahabatan yang sudah lama terjalin harus ada celah didalamnya karna rasa cinta yang tiba-tiba muncul hanya karna perhatian mu yang biasa tetapi aku anggap lebih, ya aku salah dan memang salah, maaf aku hanya ingin minta maaf, aku hanya ini kembali seperti dulu persahabatan seperti dulu yang terdapat canda tawa didalmnya.

Aku hapus airmata ku, aku coba tata kembali hati ini, aku mencoba tersenyum dan berdoa didalam hati yahh kalau memang kita berjodoh kita akan bersama nanti, suatu saat akan dipertemukan kembali dan dimudahkan jalannya, hanya butuh sabar dan juga menjaga diri ya hanya itu saja (Aku hanya bisa berkata dalam doa semoga kita berjodoh). Aku mulai berdiri, dan perjalanan turun muali dilanjutkan kembali, masih banyak halangan didepan sana yang menanti kita turun untuk sampai di promasan, sama seperti perjalanan hidupku, banyak halang rintang yang akan menghadang untuk mencapai impian ku terwujud dan semoga aku bisa menghadapi itu semua (Amin). Sepanjang perjalanan turun aku hanya memikirkan satu hal, “sampai kapan” rasa ini bertahan dan tertahan? Ntah lah aku juga tidak tau....

Selasa, 21 Oktober 2014

Cemburu Boleh ?

      perasaan ini udah lama aku rasain, ntah aku juga heran kenapa bisa ngrasain ini. Rasa yang sebagian orang menyebutnya sebagai perasaan cemburu. Kalo cemburu sama pacar sendiri sih wajar aja ya, tapi kalo cemburu sama yang bukan siapa-siapa ya kita gimana dong? pasti rasanya aneh, sakit, pengin marah, tapi sama siapa? aku aja kagak tau jawabannya. Iya itulah yang sedang aku rasain sekarang cemburu sama temen (adek sih) ku sendiri. Kamu tau aku cemburu kalo kamu deket dan perhatian sama temen ku yang satu ini, rasanya kagak rela kalo kamu kemana-mana bareng sama dia, kadang aku juga kagak rela kalo kamu nganterin dia pulang, walaupun kadang dimulut bilang ngga apa2 tapi dihati itu rasanya miris, rasanya pengin banget aku bilang aku pengin dianterin kamu pulang, tapi itu ngga mungkin, bahkan untuk nyapa kamu duluan aja aku kagak berani. Kalau temen ku kagak tau aku suka sama kamu sih, oke fine ! aku ngga apa2, tapi ini dia tau kalo aku suka, seenggaknya dia bisa ngertiin dong dan dia juga bisa sedikit aja nyediain tempat buat aku dan kamu walaupun itu cuma sebentar. Dia suka ngebully aku dan kamu supaya bisa cepat menyatu, tapi disisi lain dia selalu menyita waktumu untuk bisa bareng2 terus sama dia, hlahh terus aku bisa apa? iya emang aku ngga bisa berbuat apa2 aku hanya bisa diam, bahkan cemburuku pun hanya dalam diam. Aku udah lama nahan rasa ini terkadang rasaya ngga sanggup kalo harus ditutupin lagi, tapi ya sudahlah mungkin ini akibatnya karna aku mencintaimu secara diam-diam.