Ekonomi
Pemerintahan
orde lama meninggalkan permasalahan ekonomi yang cukup serius bagi pemerintahan
selanjutnya, yaitu pemerintahan orde baru. Orde lama meninggalkan hutang
sebesar 785,6 juta dolar AS, pendapatan negara yang hanya sekitar 485 juta
dolar AS, dan inflasi yang mencapai 65% (Pudjiastuti, 2008: 143). Pemerintah
Orde Baru melakukan beberapa tindakan untuk merehabilitasi perekonomian
Indonesia. Langkah utama Soeharto sebagai pemimpin Orde Baru yaitu dengan
menjalin dan memperbaiki hubungan internasional Indonesia dengan negara lain.
Hubungan dengan negara asing bertujuan untuk melancarkan pembangunan Indonesia
itu sendiri. Kebijakan yang digunakan oleh Soeharto adalah kebijakan pintu
terbuka dengan meningkatkan investasi asing dan bantuan dana untuk
merehabilitasi ekonomi Indonesia (Suryadinata, 1998: 44).
Langkah-langkah yang
diambil Soeharto yaitu diantaranya :
1.
Normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia
Ganyang Malaysia adalah
salah satu peninggalan Soekarno yang mengakibatkan konfrontasi antar dua
negara. Menurut Soeharto itu tidak perlu dilakukan karena Malaysia adalah
negara yang dekat dengan Indonesia sehingga perlu dilakukan hubungan
internasional yang baik antar dua negara. Jika konfontasi dihilangkan Indonesia
dapat dengan mudah mendapatkan bantuan finansial dengan negara-negara Barat
(Elson, 2001).
2.
Kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB
Indonesia kembali
menjadi anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada tanggal 28 September
1966, setelah sebelumnya pada tanggal 31 Desember 1964 Soekarno menyatakan RI
keluar dari PBB. Kembalinya Indonesia dalam keanggotaan PBB sangat
penting karena PBB merupakan wadah potensial untuk menjalin kerja sama dengan
banyak negara dan sebagai media bagi Indonesia untuk memperkenalkan diri dalam
dunia internasional.
3.
Pembentukan ASEAN
Langkah Indonesia menuju pentas politik internasional
diawali dengan pembentukan asosiasi negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN yang
mulai dirintis pada awal 1967. Menurut Soeharto Salah satu bentuk yang paling
bermakna dari tugas-tugas yang kita
emban dalam kesejahteraan dunia adalah lahirnya ASEAN yang kita bangun
bersama-sama dengan negara anggota lainnya, itu mencerminkan tekad bangsa yang
menjadi anggotanya untuk menciptakan kemajuan bersama bagi warga di kawasan
itu. Hubungan baik antar anggota ASEAN mampu menciptakan kondisi stabilitas
regional yang pada akhirnya berimplikasi terhadap stabilitas keamanan Indonesia
dan pertumbuhan ekonomi. Pertengahan tahun 1980-an kemudian menjadi momen
dimana Indonesia berhasil menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi
dikawasan Asia Tenggara. Bahkan Indonesia sempat disebut sebagai the next asian
tiger dalam pembangunan ekonomi akibat dominasinya di kawasan Asia Tenggara dan
juga dalam kerjasama ASEAN.
4.
Hubungan baik dengan negara-negara Barat
Berbeda
dengan Soekarno yang lebih condong ke negara komunis, Soeharto justru lebih
dekat dengan Barat karena hanya pihak Barat yang bisa memenuhi ekonomi
Indonesia pada saat itu (Pudjiastuti, 2008: 118). Pemerintahan Orde Baru yang
mendukung pembangunan ekonomi menyadari kebutuhan akan bantuan dan dukungan
dari negara- negara Barat. Sehingga profil keras yang muncul pada rezim
sebelumnya diganti dengan profi yang lebih lunak dan bersahabat dengan
negara-negara Barat. Hasilnya, pemerintah Orde Baru mendapatkan dukungan dari
berbagai negara Barat yang lebih diarahkan kepada pembangunan ekonomi dalam
negeri.
Secara umum,
keberhasilan Indonesia yang berhasil diraih dalam era Orde Baru dalam bidang Ekonomi
antara lain, yaitu :
1.
Perbaikan citra Indonesia sebagai negara
yang stabil secara ekonomi.
2.
Perbaikan citra Indonesia sebagai negara
yang bersahabat dan tidak konfrontatif.
3.
Indonesia berhasil menginisiasi
berdirinya organisasi regional Asia Tenggra, ASEAN.
4.
Indonesia berhasil meraih posisi ketua
di Organisasi Konferensi Islam (OKI), Gerakan Non Blok dan Kerjasama Ekonomi
Asia Pasifik (APEC).
5.
Banyak dukungan ekonomi yang mengalir ke
dalam negeri sehingga tercipta stabilitas ekonomi nasional.
Daftar Pustaka
Elson, R E. 2001. Suharto: A Political Biography.
Cambridge: Cambridge University Press
Pudjiastuti,
Tri Nuke. 2008. ”Politik Luar Negeri Indonesia Era Orde Baru”. Dalam Ganewati
Wuryandari (Ed.). 2008. Politik Luar Negeri Indonesia di Tengah
Pusaran Politik Domestik. Jakarta: P2P LIPI dan Pustaka Pelajar.
Suryadinata,
Leo, 1998. “Politik Luar Negeri Indonesia Selama Orde Baru (1): Munculnya
Militer”. Dalam Politik Luar Negeri
Indonesia di Bawah Soeharto, [terj.]. Jakarta : LP3ES.