Sunset Mt. Merbabu

Sunset Mt. Merbabu

Jumat, 19 September 2014

Hubungan Internasional Pada Masa Orde baru

Ekonomi

Pemerintahan orde lama meninggalkan permasalahan ekonomi yang cukup serius bagi pemerintahan selanjutnya, yaitu pemerintahan orde baru. Orde lama meninggalkan hutang sebesar 785,6 juta dolar AS, pendapatan negara yang hanya sekitar 485 juta dolar AS, dan inflasi yang mencapai 65% (Pudjiastuti, 2008: 143). Pemerintah Orde Baru melakukan beberapa tindakan untuk merehabilitasi perekonomian Indonesia. Langkah utama Soeharto sebagai pemimpin Orde Baru yaitu dengan menjalin dan memperbaiki hubungan internasional Indonesia dengan negara lain. Hubungan dengan negara asing bertujuan untuk melancarkan pembangunan Indonesia itu sendiri. Kebijakan yang digunakan oleh Soeharto adalah kebijakan pintu terbuka dengan meningkatkan investasi asing dan bantuan dana untuk merehabilitasi ekonomi Indonesia (Suryadinata, 1998: 44).
Langkah-langkah yang diambil Soeharto yaitu diantaranya :
1.    Normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia
Ganyang Malaysia adalah salah satu peninggalan Soekarno yang mengakibatkan konfrontasi antar dua negara. Menurut Soeharto itu tidak perlu dilakukan karena Malaysia adalah negara yang dekat dengan Indonesia sehingga perlu dilakukan hubungan internasional yang baik antar dua negara. Jika konfontasi dihilangkan Indonesia dapat dengan mudah mendapatkan bantuan finansial dengan negara-negara Barat (Elson, 2001).
2.    Kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB
Indonesia kembali menjadi anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada tanggal 28 September 1966, setelah sebelumnya pada tanggal 31 Desember 1964 Soekarno menyatakan RI keluar dari  PBB. Kembalinya  Indonesia dalam keanggotaan PBB sangat penting karena PBB merupakan wadah potensial untuk menjalin kerja sama dengan banyak negara dan sebagai media bagi Indonesia untuk memperkenalkan diri dalam dunia internasional.
3.    Pembentukan ASEAN
Langkah  Indonesia menuju pentas politik internasional diawali dengan pembentukan asosiasi negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN yang mulai dirintis pada awal 1967. Menurut Soeharto Salah satu bentuk yang paling bermakna dari tugas-tugas yang kita  emban dalam kesejahteraan dunia adalah lahirnya ASEAN yang kita bangun bersama-sama dengan negara anggota lainnya, itu mencerminkan tekad bangsa yang menjadi anggotanya untuk menciptakan kemajuan bersama bagi warga di kawasan itu. Hubungan baik antar anggota ASEAN mampu menciptakan kondisi stabilitas regional yang pada akhirnya berimplikasi terhadap stabilitas keamanan Indonesia dan pertumbuhan ekonomi. Pertengahan tahun 1980-an kemudian menjadi momen dimana Indonesia berhasil menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi dikawasan Asia Tenggara. Bahkan Indonesia sempat disebut sebagai the next asian tiger dalam pembangunan ekonomi akibat dominasinya di kawasan Asia Tenggara dan juga dalam kerjasama ASEAN.
4.    Hubungan baik dengan negara-negara Barat
Berbeda dengan Soekarno yang lebih condong ke negara komunis, Soeharto justru lebih dekat dengan Barat karena hanya pihak Barat yang bisa memenuhi ekonomi Indonesia pada saat itu (Pudjiastuti, 2008: 118). Pemerintahan Orde Baru yang mendukung pembangunan ekonomi menyadari kebutuhan akan bantuan dan dukungan dari negara- negara Barat. Sehingga profil keras yang muncul pada rezim sebelumnya diganti dengan profi yang lebih lunak dan bersahabat dengan negara-negara Barat. Hasilnya, pemerintah Orde Baru mendapatkan dukungan dari berbagai negara Barat yang lebih diarahkan kepada pembangunan ekonomi dalam negeri.
Secara umum, keberhasilan Indonesia yang berhasil diraih dalam era Orde Baru dalam bidang Ekonomi antara lain, yaitu :
1.    Perbaikan citra Indonesia sebagai negara yang stabil secara ekonomi.
2.    Perbaikan citra Indonesia sebagai negara yang bersahabat dan tidak konfrontatif.
3.    Indonesia berhasil menginisiasi berdirinya organisasi regional Asia Tenggra, ASEAN.
4.    Indonesia berhasil meraih posisi ketua di Organisasi Konferensi Islam (OKI), Gerakan Non Blok dan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).
5.    Banyak dukungan ekonomi yang mengalir ke dalam negeri sehingga tercipta stabilitas ekonomi nasional.
Daftar Pustaka
Elson, R E. 2001. Suharto: A Political Biography. Cambridge: Cambridge University Press
Pudjiastuti, Tri Nuke. 2008. ”Politik Luar Negeri Indonesia Era Orde Baru”. Dalam Ganewati Wuryandari (Ed.).  2008. Politik Luar Negeri Indonesia di Tengah Pusaran Politik Domestik. Jakarta: P2P LIPI dan Pustaka Pelajar.
Suryadinata, Leo, 1998. “Politik Luar Negeri Indonesia Selama Orde Baru (1): Munculnya Militer”.  Dalam Politik Luar Negeri Indonesia di Bawah Soeharto, [terj.]. Jakarta : LP3ES.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar