Ungaran 26 Oktober 2014
Hembusan Angin kencang mulai menerpa tubuh ini
yang mulai kelelahan. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada aku dan 2 orang temen ku
mulai berjalan turun dari puncak ungaran menuju promasan. Kita ngga cuma bertiga,
kita ikut dalam rombongan dari organisasi kampus yang aku ikuti. Tetapi mereka
sudah jalan duluan, aku memang sengaja jalan di kloter terakhir bukan karna
apa-apa tetapi karna fisik ku lah yang memaksaku untuk jalan terakhir, hanya orang-orang
tertentu yang dapat memahami fisikku ini. Kita mulai jalan pelan-pelan tadinya
kita berempat, tetapi teman ku yang satu ini jalan duluan mungkin ada alasan
tertentu kenapa dia jalan duluan, ahh sudahlah lupakan. Akhirnya kita hanya
benar-benar bertiga, tetapi ditengah jalan kita berjumpa dengan 2 orang
pasangan yang juga merupakan bagian dari rombonganku. Alhasil kita jalan
berlima, dan 4 orang teman ku ini adalah pasangan-pasangan dan aku sendirian,
tapi itu bukan masalah yang berarti kita tetap bisa menyatu.
Perjalanan dilanjutkan, angin mulai bertiup
semakin kencang dan kedua pasangan ini semakin romantis didepan ku, hemm tak
apalah pikirku. Kita jalan lagi pelan-pelan, karna sudah terlalu lelah, kita
memutuskan untuk istirahat dan aku duduk diatas sebuah batu, saat duduk diatas
batu itu aku bisa melihat pemandangan luas dibawah kaki gunung ungaran, dan
angin lembut mulai menerpa kerudung dan pipi ku, saat itulah aku memikirkan
seseorang, seseorang yang ada dihati ku seseorang yang sanggup merubah arah
pemikiranku, saat itu juga semua yang tertahan memuncak dan semua yang tidak
terungkapkan menjelma menjadi titik-titik air mata yang tertitihkan, aku
menangis dan terus menangis keempat temanku bertanya-tanya keheranan kenapa aku
menangis, tetapi aku tidak bisa menjawabnya aku hanya bisa menangis dan diam,
Ya Alloh aku lelah menahan semua ini, aku lelah suka dengan seseorang yang itu
temen ku sendiri, aku lelah dengan sifat cemburu ku yang tidak beralasan, aku
lelah dengan semua bullian mereka yang semakin membuat jarak antara aku dan kamu,
aku lelah menerka-nerka perasaan mu terhadapku. Saat itu juga aku ingin
berteriak bahwa aku menginginkan mu, aku ingin bersama mu, aku ingin tersenyum
dengan mu, aku ingin disamping mu, seperti mereka , iya seperti mereka, tetapi
sepertinya itu tidak mungkin dan tidak akan pernah mungkin untuk saat ini. Aku tau
prinsip mu, aku tau karakter mu dan aku tau sifatmu, mungkin ini konyol dan
bodoh persahabatan yang sudah lama terjalin harus ada celah didalamnya karna
rasa cinta yang tiba-tiba muncul hanya karna perhatian mu yang biasa tetapi aku
anggap lebih, ya aku salah dan memang salah, maaf aku hanya ingin minta maaf,
aku hanya ini kembali seperti dulu persahabatan seperti dulu yang terdapat canda
tawa didalmnya.
Aku hapus airmata ku, aku coba tata kembali
hati ini, aku mencoba tersenyum dan berdoa didalam hati yahh kalau memang kita
berjodoh kita akan bersama nanti, suatu saat akan dipertemukan kembali dan dimudahkan
jalannya, hanya butuh sabar dan juga menjaga diri ya hanya itu saja (Aku hanya
bisa berkata dalam doa semoga kita berjodoh). Aku mulai berdiri, dan perjalanan
turun muali dilanjutkan kembali, masih banyak halangan didepan sana yang
menanti kita turun untuk sampai di promasan, sama seperti perjalanan hidupku,
banyak halang rintang yang akan menghadang untuk mencapai impian ku terwujud
dan semoga aku bisa menghadapi itu semua (Amin). Sepanjang perjalanan turun aku
hanya memikirkan satu hal, “sampai kapan” rasa ini bertahan dan tertahan? Ntah lah
aku juga tidak tau....
oh oh oh....
BalasHapushehe :)
BalasHapusBest 10 casinos near me in Las Vegas, Nevada
BalasHapusBest 10 Casinos in Las Vegas, Nevada. The best casinos in 의왕 출장안마 Las Vegas, Nevada. 청주 출장마사지 We are here for 인천광역 출장마사지 fun, the only place to play, 밀양 출장안마 and a place 전라북도 출장샵 to spend your